Suasana Lebaran Dikampung Halaman
Bagi sebagian besar masyarakat kita,
mudik kekampung menjelang lebaran sudah menjadi kebiasaan tiap tahun. Begitu juga dengan saya, lebaran terasa lebih semarak kalau berada ditengah-tengah keluarga dan handani tolan.Tradisi mudik ini menjadi tradisi bagi semua kalangan dan hampir pada semau suku bangsa di negara kita.
Karena saya berasal dari Sumatera Barat, maka mudik kali ini pun saya tidak melewatkan lebaran bersama orang tua dan saudara dikampung halaman di Batipuh Baruh, sebuah nagari (dulunya desa) yang dekat dengan kota Padang Panjang.
Sebetulnya banyak yang saya cari waktu mudik kali ini, selain bertemu dengan orang tua, juga dengan teman-teman sepermainan, teman sekolah, teman kuliah sekaligus wisata kuliner gratis kerumah-rumah dunsanak (=famili) dan teman-teman. Entah kenapa setiap habis puasa nafsu makan ikut bertambah.
Salahsatu agenda yang tak terlewatkan adalah jalan-jalan keareal sawah keluarga yang letaknya tidak jauh dari rumah. Biasanya saat saya kuliah dipadang waktu pulang kampung kerumah selalu main kesawah ini, melihat pemandangan dan suasana yang tenang hilang semua beban pikiran yang ada. Waktu kecil saya juga sering membantu apa (=ayah) kesawah, ayah disela kesibukannya sebagai pegawai negeri juga menyempatkan diri mengurus sawah yang lumayan luas.
Suasana disini bukan main indahnya, daerah yang dikelilingi gunung Marapi dan disalah satu ujungnya terdapat pemandangan danau Singkarak sangat asyik untuk dilihat. Oh iya foto-foto yang dipajang ini waktu silaturahmi dirumah angkutek (= adik laki2 ibu ) dan angah (=kakak laki2 ibu). Semuanya adalah saudara sepupu yang sebagaian sudah bekerja dan ada yang masih sekolah dan kuliah.
Kisah tragis seorang bocah pembunuh
Tulisan ini saya kutip dari sebuah milis yang saya lupa nama pengarangnya. Sengaja ditampilkan disini supaya diketahui oleh khalayak ramai. Semoga bermanfaat.
Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.
Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan. (lagi…)
Dilempari Sepatu, Oleh-oleh Rakyat Irak pada Akhir Jabatan Bush
Pagi ini waktu nonton berita TVOne dalam acara Kabar Pagi,
video yang saya tunggu-tunggu akhirnya ditayangkan juga, yaitu insiden pelemparan sepatu terhadap presiden negara adidaya Amerika Serikat. Insiden ini terjadi saat memberi keterangan pers bersama presiden Irak dalam sebuah kesempatan di kota Baghdad. Pelemparan dilakukan oleh seorang wartawan Irak yang sedang meliput acara tersebut. Entah apa sebabnya tiba tiba sang wartawan berdiri, mengambil sepatunya kemudian melempar sang Presiden, kedua lemparan tidak mengenai sang Presiden. Bidikan sang wartawan cukup akurat, bila tidak mengelak sepatu terbang akan tepat mencium dahi sang Presiden. Ternyata presiden Bush punya refleks yang cukup bagus dan tidak terlihat panik sedikitpun. Selain pintar berpolitik dan mengatur strategi, ternyata pak Presiden juga pintar mengelak dari lemparan sepatu. Mungkin karena hobby main softball ya ?. Sang wartawan sepertinya ingin memberi (lagi…)
Ekspansi Bisnis: Konspirasi Dibalik Label “Masakan Padang”
Masakan Padang memang sudah menjadi legenda di negeri ini dan telah tersebar merata keseluruh nusantara. Dimana-mana kita bisa menjumpai masakan Padang mulai dari Aceh sampai Papua. Begitu juga dinegara-negara tetangga seperti Malaysia, Australia bahkan sampai ke Amerika dan Eropa. Masakan ini dibawa oleh perantau Minang yang bermukim ke daerah lain dan membuat restoran disana. Bumbu dan citarasanya kadang-kadang dimodifikasi sesuai dengan selera panduduk setempat. Seperti di daerah Jawa Barat, masakannya dibuat dengan bumbu yang tidak terlalu pedas sesuai dengan selera orang Sunda.
Satu hal yang menarik adalah walaupun namanya masakan Padang, namun sangat sedikit orang kota Padang sendiri (lagi…)
Pameran Teknologi Multimedia dan Game: Berlangsung Meriah dan Memunculkan Harapan Baru
Tanggal 12 Agustus 2008 berlansung selama seminar dan pameran game dan multimedia di aula barat
Institut Teknologi Bandung. Acara ini dihadiri berbagai kalangan mulai dari akademisi, praktisi, birokrat dari bidan pendidikan, teknolog, pengusaha, game developer dan pengambil kebijakan. Acara ini dibuka oleh Pembantu Rektor Senior bidang Akademik bapak Prof. Adang Surahman dan dihadiri oleh Dimitri Mahayana, dosen ITB sekaligus praktisi IT Indonesia. Bila kita perhatikan, potensi pengembangan konten game diIndonesia sangatlah besar besarnya nilai transaksi konon melebihI nilai transaksi perangkatnya sendiri. Konten-konten ini dapat berbasis komputer desktop, mobile pc dan handphone, smartphone, PDA dan sejenisnya. (lagi…)
Kunjungan Dirjen Dikmenjur: Pencerahan dari Sosok yang Optimis dan Berpandangan Jauh Kedepan
Tanggal 16 Juli 2008 laboratorium LSKK mendapat kunjungan dari Dirje
n Dikmenjur bapak Dr. Gatot Prawirodirjanto untuk melihat produk yang dihasilkan oleh mahasiswa Digital Media dan Game Tech ITB yang penyelenggarannya kerjasama antara ITB dan Dikmenjur. Dalam kesempatan tersebut pak Gatot melihat berbagai macam produk yang telah dibuat oleh mahasiswa. Secara garis besar produk tesis yang dibuat ini meliputi vechicle simulator, aplikasi augmented reality, advanced game dan e-learning. Simulator yang dibuat diantaranya driving simulator, tank simulator dan flight simulator. Aplikasi Augmented Reality (AR) yang dibangun meliputi AR Urban Design, AR Volcano, AR Flood dan AR Tsunami. Sedangkan advance game mengambil tema game penyerangan Sultan terhadap Belanda di Batavia. Pada dasarnya (lagi…)
Surau Nagari: Tempatku Mengaji dan Belajar Agama
Bila kita tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kemudian melakukan perjalanan kearah Batusangkar melewati Padang Panjang. Maka kita akan melewati sebuah nagari yang bernama Batipuh Baruh. Nagari Batipuh Baruh terletak di kaki gunung Marapi yang berjarak 7 km dari kota
Padang Panjang. Pada nagari Batipuh Baruh ini terdapatlah sebuah surau tua 4 tingkat yang terbuat dari kayu. Surau ini merupakan tempat yang amat spesial bagi diriku. Disurau inilah untuk pertama kali aku diajar mengaji oleh Uak Pakiah yang sudah cukup tua tapi mempunyai semangat yang tinggi. Kemampuan beliau jangan ditanya, apalagi metode yang digunakan Uak Pakiah dalam mengajar diriku dan teman-teman yang lain membuat kami tidak pernah lupa apa yang diajarkannya. Setiap berdiri beliau selalu membawa sebilah rotan yang digunakan untuk menunjuk huruf-huruf hijayah yang telah ditulis dipapan tulis.Tulisan arab Uak Pakiah sangat bagus sekali, sangat menyenangkan bagi orang yang membacanya. Setiap malam Kamis, kami disuruh menghapal-hapal kembali bacaan shalat, bacaan shalat ini dipandu oleh Uda atau Uni yang tingkat “kaji”nya telah berada diatas diriku dan teman-temanku. Kegiatan mengaji dimulai setelah shalat magrib, ketika azan maghrib telah dikumandangkan, Amak atau Apa akan (lagi…)
Manusia: Pertarungan Tiga Elemen
Sudah menjadi hukum alam bahwa setiap akibat merupakan konsekwensi logis dari sebuah sebab. Pemahaman ini sudah dipahami oleh manusia beribu-ribu tahun yang lalu. Bahkan hal ini juga dialami oleh nenek moyang kita Nabi Adam Alaihi Salam ketika dia diusir dari surga karena melanggar perintah Allah SWT dengan memakan buah khuldi. Ketika disurga Adam dapat menggapai apa yang diinginkan oleh hatinya tanpa harus susah payah dan bekerja keras untuk menggapainya. Ketika diturunkan kebumi nabi Adam pun harun bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Bila ingin makan harus berburu binatang dulu, bila ingin mempunyai pakaian harus mengambil kulit hewan atau kulit kayu. Bila ingin istirahat dengan tenang supaya terhindar dari hujan dan panas harus mencari goa yang aman atau membuat rumah sendiri. Intinya sebelumnya mendapat apa diinginkan, nabi Adam AS harus terlebih dahulu berusaha. Takdir ini juga diberlakukan (lagi…)
Mengenang Akhlak Nabi Muhammad SAW: Air Mata Terurai Jatuh Tanpa Sadar
(Dikutip dari tulisan Nadirsyah Hosen dengan perubahan seperlunya)
Setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya – tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, Ceritakan padaku akhlak Muhammad. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib. (lagi…)

1 komentar