Kenangan masa lalu, rekaman masa kini dan keinginan untuk masa depan

Surau Nagari: Tempatku Mengaji dan Belajar Agama

Ditulis dalam Ranah Minang oleh Khairul Hamdi pada April 7, 2008

Bila kita tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kemudian melakukan perjalanan kearah Batusangkar melewati Padang Panjang. Maka kita akan melewati sebuah nagari yang bernama Batipuh Baruh. Nagari Batipuh Baruh terletak di kaki gunung Marapi yang berjarak 7 km dari kota surau nagari BatipuhPadang Panjang. Pada nagari Batipuh Baruh ini terdapatlah sebuah surau tua 4 tingkat yang terbuat dari kayu. Surau ini merupakan tempat yang amat spesial bagi diriku. Disurau inilah untuk pertama kali aku diajar mengaji oleh Uak Pakiah yang sudah cukup tua tapi mempunyai semangat yang tinggi. Kemampuan beliau jangan ditanya, apalagi metode yang digunakan Uak Pakiah dalam mengajar diriku dan teman-teman yang lain membuat kami tidak pernah lupa apa yang diajarkannya. Setiap berdiri beliau selalu membawa sebilah rotan yang digunakan untuk menunjuk huruf-huruf hijayah yang telah ditulis dipapan tulis.Tulisan arab Uak Pakiah sangat bagus sekali, sangat menyenangkan bagi orang yang membacanya. Setiap malam Kamis, kami disuruh menghapal-hapal kembali bacaan shalat, bacaan shalat ini dipandu oleh Uda atau Uni yang tingkat “kaji”nya telah berada diatas diriku dan teman-temanku. Kegiatan mengaji dimulai setelah shalat magrib, ketika azan maghrib telah dikumandangkan, Amak atau Apa akan segera menyuruhku untuk segera bersiap-siap menuju mesjid, juga kepada Uni, Uda dan adik-adikku. Mesjid tidakseberapa jauh tempatnya dari rumahku, cukup dengan berjalan 5 menit saja, sampailah aku di teras mesjid Ula yang letaknya bertetangga dengan Surau Nagari. Setibanya dimesjid, kami yang masih kecil-kecil berada pada shaf kedua, tidak dibolehkan berada pada shaf pertama. Setelah itu pindah dari mesjid kesurau. Mesjid digunakan sebagai tempat shalat, sedangkan surau digunakan untuk tempat mengaji. Surau nagari masih menampakkan kegagahannya ditengah usia yang semakin tua. Surau Nagari tempatku mengaji dan belajar agama masih kokoh berdiri walaupun Uak Pakiah tidak mengajar lagi karena kondisi beliau yang kian renta. Dengan Uak Pakiah lah diriku belajar mengeja huruf hijayah dan mengenal tajwid. Uak Pakiahlah yang mengajarkan diriku beda pengucapan huruf ‘ha’ pada kalimat hayya ‘alal Shalah dan kalimat hayya ‘alal falah. Yang kutahu sekarang Uak Pakiah sudah sering sakit karena ketuaan beliau. Tetapi tetap tegar seperti tegarnya surau Nagari yang tetap kokoh walaupun sering dilanda gempa.

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ukkunp78 said, on Mei 8, 2008 at 12:12 pm

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Terimakasih atas kunjugannya… . Sekarang UNP mau membentuk Surau Mahasiswa (sprti wisma atw pemondokan). Kalau punya usulan bang ttg konsep silahkan kirim email : ukkunp78@yahoo.co.id

  2. surau « Yayasan Surau Nagari Batipuah said, on Agustus 13, 2008 at 9:45 am

    [...] Surau Nagari, tempatku mengaji dan belajar agama [...]

  3. sanjo rayo said, on Desember 20, 2008 at 6:23 pm

    soto sakaki ndi, jadi bilo pulang kampuang mangamalkan ilmu nandidapek ditanah subarang tu, lah lamo lo ndak basobok mah, bilo wak mangenag maso esde dulu manjijiang sipatu pulang sikola main cak sin dimuko kelas 6 atau mamanjek durian jawa dimuko kelas satu hahaha

  4. besti said, on Maret 4, 2009 at 4:06 pm

    hmmm surau itu 4 tingkek toh… kelihatannyo nda… baru tau… he..he..he..

  5. Miftahul Khair said, on Juli 30, 2009 at 8:38 pm

    @ tman2 UKK UNP. Konsep surau mahasiswa yang bagus. Bisa bersilaturahim (virutal) dengan pesantren mahasiswa lain di Jawa. Banyak pesantren mahasiswa spt Pesntren Mhs Daaru hira ‘ Yogyakarta, Budi Muliya Yogyakarta, Ulil Albab Bogor, Salman ITB, dsb.

    Ok,, selamat berjuang
    (Miftah- ALumni Pesntrn Mhasiswa Daaru Hira YK)

  6. atashihenny said, on Agustus 23, 2009 at 1:08 pm

    Assalamu’alaikum Ndi…. :)

    Sungai Nagari itu nan di sabalah ma Ndi?
    kalau dari arah padang panjang (menuju Singkarak) disabalah Ma?
    (ouh..keliatan sekali ni org yg bertanya sangat tidak tahu kampung halaman.. :( )


Tinggalkan Balasan