Kenangan masa lalu, rekaman masa kini dan keinginan untuk masa depan

Bercermin dari masa lalu…

Posted in tulisan by Khairul Hamdi on Juni 12, 2007

Setiap orang tentunya punya masa lalu, yaitu waktu-waktu yang pernah dia lalui, waktu dimana seseorang mengalami rentetan peristiwa demi peristiwa yang datang persatuan waktu sesuai dengan takdir Tuhan yang telah diberikan kepadanya. Peristiwa yang terjadi bisa saja mengesankan atau tidak, bisa jadi peristiwa yang buruk menurut orang yang mengalami peristiwa tersebut maupun baik menurutnya. Setiap peristiwa demi peristiwa akan terus berlansung dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Peristiwa yang terjadi karena kehendak sang Pemilik peristiwa, sehingga akan terjadi suatu saat tidak ada lagi peristiwa yang terjadi waktu tidak lagi berjalan sebagaimana terjadi pada saat belum diciptakannya waktu oleh sang Pemilik waktu (Allah SWT).

Peristiwa masa lalu akan teringat oleh kita karena karena dikaruniankannya akal oleh Allah SWT kepada kita. Setiap peristiwa yang terjadi dapat kita rekam dengan sensor-sensor biologis yang ada pada tubuh kita, sinyal-sinyal yang tertangkap akan diteruskan ke otak dan otak akan menginterpretasikan dan menyimpulkan apa yang sesungguhnya terjadi. Otak hanya dapat menginterpretasikan suatu kejadian berdasarkan seberapa banyak sinyal yang sampai kepadanya, tentunya interpretasi akan lebih valid bila lebih banyak sinyal yang sampai. Keakuratan interpretasi juga tergantung kepada seberapa cepat otak dapat mengasosiasikan apa yang telah dia peroleh dengan data-data lain yang telah tersimpan lebih dulu dalam otak tersebut. Semakin banyak asosiasi yang terjadi, semakin valid pula interpretasi yang dapat dibuat. Asosiasi akan lebih banyak terjadi bila semakin banyak data-data terdahulu yang telah tersimpan dalam memori, tentunya data-data terdahulu yang telah tersimpan akan semakin banyak bila semakin banyak pula peristiwa yang terjadi diwaktu-waktu sebelumya. Sehingga wajar bila ada orang yang mengatakan bahwa seseorang akan makin bijaksana bila makin banyak mengalami rentetan peristiwa yang dia alami. Rentetan peristiwa yang membawa sinyal-sinyal keotak dan otak akan berproses untuk mengolah sinyal dan menyimpan interpretasi dalam memori biologis yang telah dikaruniakan oleh Allah yang Maha Pengasih kepadanya. Namun proses tidak hanya berlansung sampai disitu, otak hanya berfungsi sebagai interpretator. Intepretator yang mendapat input dari sinyal listrik yang dikirim oleh indra manusia melalui neuron sensori, neuron motoris dan konektor dan mengolahnya untuk disimpan dalam memori biologis yang akan mengendap dalam pikiran. Otak hanya berperan sampai disana, peran selanjutnya dilaksanakan oleh hati yang mempunyai kehendak, kontrol diri manusia sebenarnya terletak dihati, bukanlah diotak, otak hanya berperan sebagai eksekutor atas perintah yang di tetapkan oleh hati.

Berbagai fenomena dalam hidup dan kehidupan manusia sebenarynya tidak terpisahkan dari kehendak hati, orang pintar memang banyak, namun orang yang baik sangatlah sedikit. Berbicara mengenai kepintaran, orang sebagian orang Yahudi memang pintar, namun berakhlak setan. Jadi anda jangan sekali-kali berpikiran kalau orang yang pintar itu selalu baik, namun orang yang baik sudah tentu pintar, yaitu dengan kebaikan hati yang dia miliki dapat membuat otaknya menjadi lebih pintar.

Jazakumullah khairan katsira.

Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: