Kenangan masa lalu, rekaman masa kini dan keinginan untuk masa depan

LES, ndak perlu kok

Posted in pendidikan, tulisan by Khairul Hamdi on Juni 14, 2007

Les dan kursus yang sejak lama ada sepertinya sudah menjadi kebutuhan sembako bagi seorang siswa, kalau tidak les berarti kurang sempurna belajarnya. Orang tua pun kadang-kadang menyiksa anaknya dengan les yang bermacam-macam. Les matematika, les bahasa ingris, les bahasa jepang, les komputer les piano dan segala macam les yang sugguh mengerikan. Saya sebut istilah mengerikan karena kegiatan ini dilakukan oleh seorang anak SD atau SMP yang seharusnya dapat tumbuh dan kerkembang dengan wajar tanpa tekan

Pada suatu hari, pada saat saya masih kuliah di jurusan Fisika, suatu saat saya ngajar privat mata pelajaran Fisika untuk anak SMP, ternyata ketika kami berbincang sehabis belajar. Dia mengaku saat sangat jenuh dengan banyaknya les yang harus dia ikuti, semua mata pelajaran eksak di les kan. Yang menjadi masalah adalah sang orang tua sangat sudah mematok nilai si anak. Pokoknya matematika harus dapat nilai 8, Fisika dapat nilai 8, dan target-target yang lain. akibatnya si anak merasa terbebani dengan target yang begitu banyak dan belajar dalam keadaan tertekan. Dan belajar dalam keadaan tertekan jelas tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

Masalah yang cukup parah adalah penilaian evaluasi dalam belajar, selalu yang menjadi patokan dalam mengukur kecerdasan seorang anak adalah seberapa tinggi nilainya dalam belajar disekolah. Siswa dengan ranking yang bagus dianggap lebih pintar dibanding siswa yang memiliki ranking yang lebih dibawah.

Kecerdasan seseorang bisa diukur dengan melihat sejauh man dia bisa meyelesaikan suatu masalah. Sebagai contoh seorang anak kita berikan sebuah pertanyaan yang bisa memberikan solusi-solusi yang bermacam-macam. Seorang anak yang memberikan lebih banyak solusi mungkin lebih pintar dari memberikan sedikit solusi.

Masalah lain adalah sikap rendah diri, jangan sekali-kali mengatakan bodoh kepada anak, murid atau adik anda. Pada dasarnya tidak ada yang bodoh, namun dia belum menemukakan kemampuannya yang tersembunyi. atau kepintarannya ada di segi yang lain yang anda tidak tahu. yang penting adalah bagaimana anda menyemangati anak atau siswa anda dan menanamakan dalam dalam dirinya bahwa dia adalah seorang yang hebat. Sehingga dalam dirinya akan tertanam perasaan bahwa dia mampu untuk melakukan sesuatu, jangan bosan untuk memuji dan memberi penghargaan atas suatu kerja yang dilakukan oleh anak atau siswa anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: