Kenangan masa lalu, rekaman masa kini dan keinginan untuk masa depan

Semangat Open Source atau yang berlisensi

Posted in pendidikan, teknologi informasi by Khairul Hamdi on Juni 25, 2007

Dalam beberapa tahun terakhir ini begitu banyak software-software yang dapat dipakai -tsecara gratis, mulai dari sistem operasi Linux dan turunannya seperti RedHat, Mandrake dan Ubuntu, dan software-software aplikasi yang cukup tangguh seperti PHP, MySql, Moregroupware dan masih banyak lagi yang lain. Dalam salah satu dokuementasinya, salah seorang developer software opensource mengatakan bahwwa motifasi utama dalam pembuatan software opensource ini adalah agar setiap orang dapat menikmati berbagai teknologi baru yang ditemukan tanpa harus membayar mahal untuk membeli sebuah software yang berlisensi, dan agar sebuah barang yang dibutuhkan

banyak orang tidak dikuasai oeh satu orang saja. Kata-kata ini mengingatkan penulis pada perusahaan Microsoft yang menjadi raja diperangakat lunak saat ini. Mungkin kita sekarang menanti kapan waktunya Microsoft akan tumbang, alih alih akan tumbang, perusahaan Bill Gate ini malah makin eksis dengan mengeluarkan produk-produk terbaru yang lansung menjad tren setter dipasaran, seperti Window Vista yang segera menjadi sistem operasi terpopuler.                                                                                                           Bila kita berbicara mengenai hak paten, setiap penemuan baru yang terjadi di dunia barat selalu berakhir dengan adanya hak atas kekayaan intelektual sebagai pengakuan dan penghargaan atas prestasi yang ditemukan seseorang yang telah menemukan suatu barang atau metoda berdasarkan hasil kerjanya bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun. Ada sebuah kejanggalan yang mendasarkan dalam masalah hak paten ini.

1. Dalam sebuah penemuan, biasanya penemuan itu terjadi karena ada penemuan-penemuan lain yang mendasarinya. Sebagai contoh, dalam penemuan sebuah transistor, dalam penemuan transistor ini jelas ada persamaan fisika dan matematika yang mendasarinya. Seperti adanya hukum Ohm, masalahnya sekarang transistor sudah dipatenkan –dalam artian kalau mau membuat transistor harus membayar dulu kepada yang menemukan transistor sebagai royalti-sedangkan sang penemu hukum Ohm sendiri yang menjadi dasar penemuan transistor tidak diberikan royalti karena produk rumusnya tidak dipatenkan, harusnya yang produksi transistor juga harus nyetor royalti kepada ilmuan yang menemukan hukum Ohm, nyatanya tidakkan?. Betapa kayanya anak cucu Issac Newton seandainya orang yang ingin menggunakan rumus persamaa gerak dan gravitasi harus nyetor royalti dulu kepada ahli waris Newton. Lebih kaya lagi Muhammad Al Jabir bila setiap orang yang ingin menggunakan persamaam aljabar harus membayar uang terima kasih dulu ahli warisnya Muhammad Aljabir. Nyatanya tidakkan, sebagian besar ilmuan dari dunia Islam dan sebagian kecil sarjana Barat tidak mengharapkan materi setiap penemuan yang mereka lakukan. Bagi ilmuan Muslim dalam penelitian yang dilakukan bernilai ibadah dan bila diserahkan demi kemaslahatan umat tentunya menjadi ibadah yang pahalanya tiada putus-putusnya bila penemuan tersebut terus menerus dipakai.

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. stwn said, on Oktober 9, 2008 at 7:43 pm

    Free Software dan Open Source mempunyai lisensi juga, tapi lisensinya secara umum membebaskan pengguna untuk menggunakan, mempelajari, memodifikasi, meningkatkan, dan mendistribusikan perangkat lunak tersebut

    Jadi Free Software bukan berarti tanpa lisensi

    Yang ditekankan adalah Kebebasan, BUKAN sekedar Gratis


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: