Kenangan masa lalu, rekaman masa kini dan keinginan untuk masa depan

Pameran Teknologi Multimedia dan Game: Berlangsung Meriah dan Memunculkan Harapan Baru

Posted in pendidikan, teknologi informasi by Khairul Hamdi on Agustus 20, 2008

Tanggal 12 Agustus 2008 berlansung selama seminar dan pameran game dan multimedia di aula barat Institut Teknologi Bandung. Acara ini dihadiri berbagai kalangan mulai dari akademisi, praktisi, birokrat dari bidan pendidikan, teknolog, pengusaha, game developer dan pengambil kebijakan. Acara ini dibuka oleh Pembantu Rektor Senior bidang Akademik bapak Prof. Adang Surahman dan dihadiri oleh Dimitri Mahayana, dosen ITB sekaligus praktisi IT Indonesia. Bila kita perhatikan, potensi pengembangan konten game diIndonesia sangatlah besar besarnya nilai transaksi konon melebihI nilai transaksi perangkatnya sendiri. Konten-konten ini dapat berbasis komputer desktop, mobile pc dan handphone, smartphone, PDA dan sejenisnya. Era one person one handphone telah kita lewati, dalam artian setiap orang sudah memiliki minimal 1 handphone. Sekarang ini diperkirakan 150 juta sudah mempunyai handphone sendiri, belum lagi orang-orang yang mempunyai handphne 2-3 buah.

Untuk mengembangkan game berbasis mobile phone tentunya dibutuhkan spesifikasi tertentu misalnya mempunyai operating system yang kapabel, kapasitas memori besar, prossesor yang memadai, juga mempunyai fitur komunikasi data seperti bluetooth, Wifi dan mendukung komunikasi 3G. Tentu saja yang mempunyai handphone seperti ini tidak semua orang, tapi dalam waktu dekat, ketika produsen handphone bersaing ketat, lama kelamaan harganya akan turun juga. Berbagai aplikasi dapat “dibenamkan” kedalam handphone ini, tentunya aplikasi lokal buatan dalam negeri dan dalam rangka pendidikan. Contohnya pengembngan game-game yang melatih kemampuan siswa untuk menalar menggunakan angka, pengetauan sejarah, pengetahuan keIslaman dan, pengetahuan kebudayaan dan berbagai bidangpendidikan lainnya. Konten yang dibuat tentunya dibuat isi yang bagus dan mendidikan dan desain yang menyenangkan sehingga disukai oleh siswa dan anak. Nantinya mungkin saja ada beberapa konten game pendidikan yang wajib dimiliki oleh siswa didalam handphonenya masing-masing. Contohnya sebuah game permainan angka, dimana setiap siswa diarahkan oleh guru Matematika untuk memainkan permainan tersebut sampai level tertentu, siswa yang berhasil melewati level tertentu melapor kepada gurunya dan guru melakukan penilaian kemampuan siswanya. Tentu saja game permainan angka ini didesain sejalan dengan kurikulum dan lebih banyak belejarnya dari hiburannta. Siswa yang bermain game ini mungkin lebih menikmati aktifitas ini dan tidak menyadari kalau sesungguhnya mereka sedang belajar dan masih dalam pantauan guru mereka. Tentu saja ini mengasikkan dari pada belajar didalam lokal, tapi belajar dalam lokal tentu saja tetap jadi prioritas utama, walaupun porsinya dikurangi.

Bicara aplikasi desktop, tentu lebih banyak jenis dan ragamnya, masalahnya sekarang aplikasi yang dikembangkan tentunya lebih banyak unsur pendidikannya dibanding unsur hiburannya. Apalagi aplikasi ini akan banyak dipakai oleh siswa dan bisa menjadi aplikasi wajib. Aplikasi dikembangkan harus lah sesuai dengan budaya timur, tidak melanggar syari’ah, sesuai dengan kaidah budaya bangsa kita. Hal ini perlu dipikirkan karena model aktor game-game yang ada banyak yang tidak senonoh dan banyak mengumbar aurat. Walaupun sebenarnya hanya model animasi, namun bila dipandang lama-lama akan menimbulkan syahwat juga sehingga membuat pikiran menjadi menerawang memikirkan yang tidak-tidak. Ini tentu saja peluang bagi game-developer yang ada dinegara kita yang saat sekarang ini masih sedikit dan banyak bekerja pada developer asing. Untuk kedepannya, menurut perkiraan saya, makin banyak orang yang terlibat dalam bidang ini, karena tidak memerlukan biaya yang mahal, perlu software dan kreatifitas. Tentunya makin kreatif makin baik. Untuk meng-enable-kan bidang dalam bidang pendidikan, bisa saja masing-masing tingkat pendidikan harus mempunyai “game wajib” yang harus dikuasai sampai level tertentu. Game ini menjadi mainan sehari-hari selain belajar tatap muka di-kelas. Sedangkan game-game yang lain dibatasi atau dilarang peredarannyan, atau hanya boleh dimainkan pada saat hari libus saja.

Kembali keatas, acara pameran ini menjadi moment yang spesial buat saya dan teman-teman angkatan 2 program Teknik Elektro konsentrasi Teknologi Multimedia Digital dan Game, karena produk tesis yang telah dikembangan lebih kurang 10 bulan dapat dilihat olah masyarakat umum, juga oleh berbagai pihak yang tertarik seperti Museum Geologi Bandung, Institusi Pengembangan Pendidikan orang dari berbagai disiplin ilmu seperti perminyakan, teknik Fisika. Tentu saja aplikasi ini dapat dikembangkan untukbidang lain, karena yang dikembangakan selam ini hanyalah teknologinya, sedangkan konten atau isi dalamnya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.

Tagged with: , , ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kanojo said, on Februari 9, 2009 at 3:23 am

    Hamdi….

    Keduluan neh nulisnya, tapi hey…that’s me!!! ;))

  2. besti said, on Maret 4, 2009 at 4:27 pm

    smart … game berbasis pendidikan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: