Kenangan masa lalu, rekaman masa kini dan keinginan untuk masa depan

Mengenang bapak Mawardi, sosok pendidik profesional dan berdedikasi tinggi

Posted in pendidikan by Khairul Hamdi on Februari 15, 2011

http://web.mit.edu/16.unified/www/FALL/thermodynamics/thermo_2.htmBebarapa hari kemaren handphone saya berdering pertanda ada pesan masuk. Isinya kira-kira begini : Innalillahi wa Inna Ilahi Raji’un, telah ke Rahmatullah dosen Fisika bapak Mawardi di RSCM…..dan seterusnya. Waktu itu saya sedang jalan-jalan sebuah mall di Serpong, Tangerang mencari baju kaos futsal. Setelah membaca SMS tersebut kontan saya mengucap kalimat Istirja’ dan ingatan saya lansung kembali kemasa-masa 8 tahun yang lalu ketika masih menjadi mahasiswa beliau dikelas termodinamika Fisika UNP.

Banyak sekali kenangan yang terukir ketika menjadi mahasiswa beliau. Saya yakin teman-teman Fisika pun akan memiliki banyak kenangan dengan beliau.  Terutama ingatan ketika dihardik oleh Bapak ini.

Baiklah kita coba kembali kemasa lalu menceritakan sedikit interaksi saya dengan Bapak kita ini.

Untuk anak Fisika wajib untuk mengambil matakuliah Termodinamika pada semester tiga, jadi salah satu matakuliah yang harus diambil sebelum mengambil matakuliah tingkat lanjut sepperti Fisika Statistik,Fisika Modern dan Fisika Kuantum. Karena tanpa pengertian Termodinamika yang baik, sangat sulit untuk memahami matakuliah diatas. Mungkin karena begitu fundamentalnya mata kuliah tersebut bagi sarjana Fisika, sehingga diserahkan kepada dosen-dosen yang lebih senior dan punya jam mengajar yang tinggi untuk menghindari mis-understanding dan bagian-bagian yang esensial dapat disampaikan dengan baik tanpa ada yang terlupakan.

Semua mahasiswa Fisika tahu bahwa mata kuliah Termodinamika hanya diasuh oleh bapak Mawardi tidak ada pilihan untuk mengambil dengan dosen yang lain, diambil semester sekarang atau semester depan sama saja, sama-sama diasuh oleh bapak Mawardi. Bagi sebagian mahasiswa matakuliah ini cukup menakutkan, baik dari segi materinya maupun dari pengajarnya. Kenapa demikian ? jarang orang yang bisa keluar hidup-hidup dari matakuliah ini, maksudnya sebagian besar akan gagal dan mengulang lagi pada semester depan. Untuk dapat C saja mungkin sudah bersyukur, apalagi dapat A atau B, ha.ha…

Pak Mawardi dikenal sebagai dosen paling killer dijurusan Fisika, lebih tepatnya dosen yang paling fair, tidak ada istilah lulus dengan nilai kasihan dengan beliau, seberapa paham dengan matakuliah itu, segitu juga nilai yang akan didapatkan. Satu hal yang sangat saya salutkan dengan beliau adalah begitu format penilaian yang sangat rapi dan terukur. Ketika melakukan penilaian, semua parameter disampaikan secara transparan kepada mahasiswa, bonus juga diberikan kepada mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan bonus dari beliau. Saya juga sering mengincar pertanyaan bonus ini untuk mendongkrak nilai…he..he..he.

Ketika menyampaikan suatu materi, beliau menyampaikanyan sangat sistematis. Sehingga mudah bagi mahasiswa untuk mengikutinya. Beliau suka sekali menulis pakai kapur dan jarang memakai spidol, – ciri khas dari dosen-dosen sains senior –  ditambah dengan tulisan yang rapi dan dapat dibaca dengan mudah. Ketika sedang menyampaikan suatu materi, beliau menyampaikannya dengan mimik serius, siapapun yang lengah atau tidak dapat menjawab pertanyaan beliau dengan baik, pasti akan kena setrap, apalagi bila pertanyaan tersebut merupakan pertanyaaan yang fundamental. Akibatnya semua mahasiswa pasti akan mengikuti dengan serius.

Hal lain yang membuat saya kagum dengan bapak Mawardi adalah sikap religusnya. Suatu kali setelah selesai menerangkan materin tentang entropi atau derajat ketidakteraturan. Bahwa entropi alam semesta akan senantiasa naik, dalam artian menuju alam semesta akan menuju ketidakteraturan. Walaupun kita dapat memberikan usaha untk membuat sesuatu yang tidak teratur menjadi teratus dengan memberikan energi, tp cenderung akan kembali kepada ketidakteraturan. Misalnya kita membuat rumah yang berasal dari semen, pasir dan kayu. Dengan tenaga yang kita punyai kita bisa merubah bahan-bahan tadi menjadi rumah. Rumah adalah sesuatu yang teratur. Namun lama kelamaan rumah tersebut akan hancur dan kembali menjadi bahan penyusunnya. Ketika rumah itu roboh, rumah tersebut kembali menjadi pasir, kayu dan batu yang merupakan elemen penyusunnya. Setelah menyampaikan materi tersebut, penjelasan beliau lansung disambung dengan proses terjadinya kiamat. Kiamat dapat terjadi secara makro dan secara mikro. Kiamat makro umpamanya tabrakan antar planet ditata surya. Kiamat mikro misalnya terjadi tabrakan komponen penyusun atom yang teratur.  Setelah menjelaskan konsepsi kiamat dalam pandangan sains Fisika, beliau selingi dengan kutipan ayat-ayat Alquran. Sungguh penjelasan yang sangat mengena sekali, tidak hanya menghilangkan rasa penasaran tapi juga membuat hati semakin mengagumi ciptaan Tuhan.

Walaupun matakuliah Termodinamika ini harus dijalani dengan kerja keras bahkan sebagian teman-teman harus mengulang sampai beberapa kali, tapi saya yakin teman-temen Fisika setuju bahwa pak Mawardi dibalik sosoknya keras adalah seorang dosen yang punya dedikasi tinggi dan berusaha memberikan yang terbaik bagi mahasiswanya.

Selamat jalan Bapak Mawardi, semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosamu, melapangkan kuburmu dan memberikan tempat terbaik [surga] di sisiNya. Amin

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Silvi 01 said, on Februari 18, 2011 at 4:28 pm

    Bener bgt,,,
    Wlupun alm sngt keras n killer dlm mngjr
    Tp kita paham dg yg dajarknny,,
    Alhamdulillah saia g smpai ngulang mata kuliah beliau,,
    Krn udh dpt B,,
    Sy termsuk org yg bruntung,,hehehehe
    ​​​°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚ pak mawardi
    Moga ilmu yg bpk sampaikn mrpkn amal jariyah bagi bapak,,,
    آمِّينَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِي

  2. muhammad irsyad said, on Maret 15, 2011 at 2:55 pm

    iyo ketua,,

    kehilangan sosok bapak nan tegas, parabo tapi sayang samo mahasiswanyo…

    dak bara lamo sudah tu (sabtu tanggal 11, ibunda nailil husna menyusul apak)

    semoga ilmu yang bermanfaat nan di ajaan ka awak sadonyo bisa labiah mamudahkan apak di alam sana ketua…

    Selamat Jalan Bapak Mawardi… selamat jalan buk Nailil husna…

    • Khairul Hamdi said, on Maret 16, 2011 at 4:35 pm

      batua Irsyad..
      awk iyo sangat berkesan bana jo pak mawardi, Ibu Nel PA awk pulo,lah samo jo orang tuo dikmps…

  3. Khairani Syafar said, on Maret 30, 2011 at 11:00 am

    Selamat jalan pak Mawardi…Selamat jalan Bu nailil Husna…semoga ilmu yang diberikan menjadi amal jariah yang tiada terputus pahalanya dan Allah menempatkan beliau pada tempat yng mulia disisiNya…Amiin

    • Khairul Hamdi said, on Maret 30, 2011 at 4:34 pm

      amin amin ya Rabbal ‘Alamin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: