Kenangan masa lalu, rekaman masa kini dan keinginan untuk masa depan

Batipuh Tempo Dulu,…foto-foto keseharian masyarakat tahun 1900’an

Posted in Ranah Minang by Khairul Hamdi on Maret 16, 2011

Malam  ini iseng-iseng saya searching di commons wikipedia mencari data tentang kata “batipuh”. Maka hasilnya adalah foto-foto dibawah ini. Foto-foto ini disimpan di salah satu museum online negeri Belanda.Ini adalah foto sebuah rangkiang yang biasa digunakan untuk menyimpan pada padi sesudah panen. Semua padi sehabis dijemur disinar matahari disimpan dirangkiang ini. Terus terang saya kurang yakin ini dinagari Batipuh bagian mana,apakah Batipuh Baruh atau Batipuh Ateh. Kalau kita lihat gambar beberapa orang dewasa ini dalam foto ini, kemungkin ini ada para Datuak. Para Datuak pada masa dahulu umumnya memiliki sawah yang banyak, sawah yang khusus diberikan oleh sukunya untuk digarap oleh Datuak untuk kehidupan dia dan keluarganya. Karena beras adalah komoditas yang sangat vital bagi masyarakat, maka harganya sangat tinggi pada waktu itu. Pada masa itu petani yang mempunyai lahan adalah orang-orang kaya. Keadaan seperti masih berlaku sampai akhir tahun 80’an dimana dengan adanya beberapa petak sawah dapat menjamin kelansungan hidup. Tapi keadaan sekarang tentu berbeda, sawah tidak dapat lagi diandalkan sebagai mata pencaharian utama. Sehingga anak muda lebih suka melanjutkan pendidikannya menjadi serorang profesonal atau terjun menjadi enterpreunur/pedagang.

Gambar dibawah ini berada dinagari Batipuh Ateh, Kemungkinan gambar ini diambil di Simpang Ampek ( Simpang Empat). Kalau kita lihat beberapa Bundo Kanduang ini menderita penyakit gondok. Hal ini disebabkan kurangnya Iodiom yang berasal dari garam laut. Bisa jadi Ibu-Ibu tempo dulu ini jarang menggunakan garam dapur karena harganya yang mahal. Harga mahal bisa jadi disebabkan karena Batipuh sendiri berada pada daerah pegunungan (daerah darek) yang jauh laut. Distribusi yang jauh menyebabkan harga garam yang mahal sehingga digunakan hanya oleh sebagian kalangan saja. Beberapa Ibu-ibu ini mengangkut goni yang isinya rumput. Rumput ini digunakan untuk memberi makanan ternak (biasanya kerbau) yang digunakan untuk membajak sawah.

Beberapa anak-anak tempo dulu, kemungkinan mereka semuanya satu keluarga dan berasal dari keluarga kaya, bisa jadi anak-anak  dari Datuk. Biasanya Datuk memiliki istri lebih dari satu, Datuk yang memiliki hanya satu istri mungkin Datuk yang miskin. Biasanya Datuk yang beristri satu ini memiliki harta kekayaan yang sedikit dan kurang berpengaruh dikaumnya.

Tempat dibawah ini saya juga kurang pasti dimana lokasinya, kemungkinan adalah di Balai Gadang. Karena dilokasi ini terdapat sebuah Balai (ruang pertemuan) yang didepannya terdapat sebuah lapangan. Di Balai Gadang ini dahulunya pada masa kerajaan Pagaruyung berdiam Tuanku Nan Gadang yang dikenal sebagai Harimau Batipuh,yang mempunyai kedudukan sebagai panglima militer kerajaan Pagaruyung. Daerah Batipuh ini beberapa kali menjadi tempat pertumpahan darah. Mulai dari perang Paderi dimana golongan Adat melawan golongan Agama. Pada waktu itu Batipuh menjadi basis golongan adat yang dipimpin oleh Datuk Pamuncak yang memberontak terhadap koleganya sendiri  pasukan Belanda tahun 1841. Kemudian pada zaman revolusi tahun 60’an wilayah ini terjadi pergesekan antara Masyumi dan Komunis yang menyebabkan terjadinya beberapa penculikan tokoh-tokoh Masyumi.

Tagged with: , ,

23 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Baharuddin sidi sutan said, on Maret 18, 2011 at 5:18 am

    Terimakasih ke penulis karna tlah mengulas kampung halaman sy.
    Baharuddin sidi sutan keturunan 14 tuan gadang di batipuh.photo di atas sangat lekat di ingatan sy.

    • Khairul Hamdi said, on Maret 30, 2011 at 4:33 pm

      wah iyo pak…samo-samo…

  2. venny said, on April 16, 2011 at 2:33 am

    pernah terpikir sebelumnya, ketika di akhirat kita nanti, veni meminta ingin melihat dan marsakan bagaimana kondoisi di tengah kehidupan orang2 tempo dulu. kalau diperhatikan dalam satu abad, secara perlahan per dekade corak kehidupan manusia, terutama di minangkabau, tersu mengalami perubahan dan perkembangan.
    ven ingin tahu seperti apa corak kehidupan orang-oang minang di masa lalu.
    apa ada mesin lorong waktunya?

    • Khairul Hamdi said, on April 22, 2011 at 7:13 am

      he3…Insya Allah di sarugo mungkin bisa Venny..,

  3. fathica said, on Mei 9, 2011 at 11:21 am

    uda urang batipuah lo da? awak iyo lo…

  4. Rezki Novirman said, on Mei 23, 2011 at 5:10 pm

    waww,,,, gk nyangka ya msih ada dokumentasi di masa silam di kampung halaman qu,,
    klw bolh tau dr mana ya dokumen ini dproleh?

  5. Radias Dilan said, on Juli 14, 2011 at 7:26 am

    iyo tarimo kasih nan lah mancari dokumentasi urang Batipuh sabana taragak wak pulang kampuang, tapi kadipangakan hiduik sarupo iko, ondeeeehy mandehhhhh badarai aie mato denai.

  6. Azhari Stmalano said, on November 3, 2011 at 7:11 am

    Mengingat masa lalu serasa kembali ke seratus tahun yang silam, …… Nagari Batipuah (yang belum mengenal Ateh dan Baruah) tempo doeloe menyisakan kenangan ……. !!!!

  7. Zulbakhri Bin Ali Akhbar said, on Februari 29, 2012 at 4:11 pm

    Sonangnyo ati maliek gambar saisuak2 koh……….!.

  8. Echo Morgan said, on November 11, 2012 at 8:38 am

    Batipuh.. Kampung Halamanku…

    #TerimaKasih Bapak Khairul Hamdi postingannya kali ini sangat TOP sekali…🙂

  9. Anonim said, on Juni 29, 2013 at 5:17 pm

    Balinang aia mto,

  10. Raefandi puttra sikumbang said, on Juni 29, 2013 at 5:49 pm

    Dak bsa dikatokan raso hati kni do. . .marindiang bdan dek nyo,to bru mancliak fto2 sjo bru,po lgi kalau mncliak plo,ba a perjuangan niniak mamak kto dlu, , ,

  11. emi said, on Juli 12, 2013 at 4:38 am

    Raso peernaah awak. Mandi hallo

    • Anonim said, on September 30, 2013 at 5:57 am

      saya sedang mencari jejak akar keluarga ayah (menurut AYAH (BAHARUDIN dJAMAL) marganya sikumbang) tinggal di kubu kerambil dan sebagian tinggal di batipuh / gunung rajo . kami sekeluarga kehilangan jejak, setahu saya, saya mempunyai bibi Khadijah(alm) dan Nurjanah, ada yang bisa bantu ? say akan kunjungi situs ini lagi. Trims

  12. Anonim said, on September 5, 2013 at 11:27 am

    batanyo ambo ciek da, tahun bara kubu karambia batuka jadi kubu kerambil ko da, indak ado arti kerambil tu dalam kamus bahaso indonesia do, mokasi sabalumnyo da..

  13. Anonim said, on Maret 1, 2014 at 9:58 am

    sbna rancak kmpuang wak dlu

  14. Anonim said, on September 21, 2014 at 3:49 pm

    batipuh kangen sekali rasanya,mlihat gunung merapi yg bgtu indah terlihat …

  15. Haslizen Hoesin said, on Agustus 1, 2015 at 4:45 pm

    satu hal nan tidak enak di baca pada tulisan ini, nama tempat di Indonesiakan yitu baruh tentu sebiknya baruah

  16. Ranjed Palulun said, on Oktober 18, 2015 at 2:45 am

    Saya mau tanya sebelumnya :
    ijinkan saya memperkenalkan diri dulu .. Nama saya Ranjed Palulun berasal dari suku TORAJA. jujur saya sangat suka mempelajari Budaya-budaya di Indonesia ini.
    ” saya mau bertanya Apakah ada Cerita Nenek Moyang kalau suku Toraja dan Minangkabau itu duluhnya adalah 1 nenek moyang ? karena dari hasil penelitian saya ada beberapa yang memiliki kemiripan contohnya : Rumah Adat, Baju Adat, Bahasa Daerah, dan hewan dalam cerita Kerbau.
    kalau dari nenek moyang kami menceritakan kalau minangkabau adalah nenek moyang kami yang dulu Merantau ke pulau Sumatera.

    mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah.
    Terima kasih..

    • Anonim said, on Oktober 25, 2015 at 7:57 am

      Wayoi masuak wak ciek aa ajo piaman…jadi nan urang kubu tu dari katurunan suku sia tu yeh

  17. Anonim said, on April 30, 2016 at 5:53 pm

    Perjalanan bukittinggi ke sawahlunto melalui batipuh.. kami disuguhkan pemandangan yang indah luar biasa, kemurnian alam, kesejukan udara, dan gadis desa nan jelita…rancak bana…

  18. Yoka said, on September 29, 2016 at 9:14 am

    hallo

  19. Yoka said, on September 29, 2016 at 9:17 am

    hallo..
    salam kenal semuanya
    saya ingin bertanya, apakah ada yang memiliki foto-foto lama surau nagari, terutama bagian dalam surau. Saya sedang menyusun naskah untuk mengusulkan surau ini sebagai cagar budaya peringkat nasional..Mohon infonya
    bisa via email: yokafe21@yahoo.com atau contact saya 087878497514
    terimakasih..butuh sekali bantuannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: