Kenangan masa lalu, rekaman masa kini dan keinginan untuk masa depan

Diriku…

Peristiwa masa lalu merupakan pengelaman yang dapat dijadikan sebagai guru. basementKesalahan-kesalahan yang terjadi dimasa lalu seyogyanya tidak kita lakukan lagi dan kita perbaiki supaya tidak terjadi lagi pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Prestasi hidup yang ditorehkan sebelumnya jangan membuat kita berbangga hati dan teruslah berprestasi dan membuat torehan-torehan sejarah baru dengan niat ikhlas untuk beribadah kepada sang Khalik. Motivasi dunia yang sering menjadi inspirasi dalam bertindak sebaiknya diganti dengan motivasi sebagai makhluk yang harus senantiasa beribadah kepada sang Pencipta. Seringnya terjadi kegagalan disikapi sebagai kesuksesan yang tertunda. Kesalahan yang terjadi berulang kali adalah kelemahan fatal yang harus direnungkan dan dicarikan solusinya. Pada dasarnya hidup ini adalah rangkaian proses yang setiap tahapnya selalu ada penilaian. Kesuksesan besar adalah rangkaian dari kesuksesan-kesuksesan kecil, kegagalan yang fatal adalah akibat kegagalan-kegagalan kecil yang terus saja dilakukan yang terkadang tanpa disadari. Selalu ada solusi dari setiap permasalahan, kesalahan besar adalah menggangap remeh kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan. Kehidupan dijalani dengan orang-orang tercinta yang ada disekitar kita, orang yang begitu peduli dan memberi arahan berdasarkan pengalaman masa lalu dan ilmu yang dimiliki. Orang tua yang selalu mengkhawatirkan anaknya, kakak yang berusaha melindungi adiknya, dan orang-orang disekitar yang kadang merasa kehilangan.

Masa Prasekolah dan Taman Kanak-Kanak: Bermain dan Belajar

Dilahirkan tanggal 6 Juni 1984 di Padang Panjang yang merupakan kota yang berhawa sejuk dan diapit oleh gunung Marapi dan Singgalang. Mempunyai ayah bernama Zaini dan ibu Nurhaida dan mempunyai saudara 5 orang dengan jarak umur yang tidak terpaut jauh. Masa kecil dilewatkan di dusun Lubuk Bauk kecamatan Batipuh kabupaten Datar. Mempunyai kakak 2 orang dan adik tiga orang, sibungsu tersayang bernama Abdul Aziz meniggal pada usia 4 tahun karena sakit sejak lahirnya. Berbagai perawatan telah diusahakan oleh kedua orang tua, namun sang Khalik menetapkan keputusan yang lain. Kami kakak-kakaknya berharap dengan sangat agar Allah SWT mengumpulkan kami di Syurga sebagai ganti dari terputusnya kebersamaan kami didunia ini. Mempunyai tipikal yang pendiam yang kontras dengan kakak laki-laki yang selalu ceria, hal ini sempat menimbulkan pertanyaan oleh guru taman kanak-kanak yang juga mengasuh kakak karena kami sekolah pada TK yang sama. Keminderan mulai muncul saat bergaul dengan banyak orang, rasa minder ini membuat munculnya sifat pendiam.

Masa Sekolah Dasar: Belajar dan Bermain

Memasuki sekolah dasar pada umur 6 tahun pada tahun 1990. Bersekolah di SDN 1 Batipuh Baruh yang berada di Balai Gadang. Masa ini dilalui dengan ceria karena sudah mulai akrab dengan teman-teman, yang pada awalnya sering merasa takut, takut terhadap guru, takut terhadap kakak-kakak kelas dan kadang-kadang takut pulang sendirian kerumah karena harus melewati tempat yang sepi yang ada kuburannya. Pada saat awal-awal masuk SD, karena tempat yang dilalui banyak kuburan dan lumayan sepi, saat pulang selalu berbarengan dengan teman-teman wanita yang dijemput oleh orang tuanya. Tapi makin hari rasa ketakutan ini mulai hilang. SD ku yang hancur saat gempa Sumatera Barat Maret 2007Lokasi kuburan itu sekarang dibongkar dan dibangun SMK Batipuh. Guru yang paling berkesan adalah Bapak Amir Chandra, beliau mengajar kami pada kelas 3, 5 dan 6. Pelajaran awal yang diberikan tiap pagi adalah matematika. Setiap hari selalu mengerjakan PR matematika yang kadang-kadang menyenangkan dan kadang-kadang membuat tertekan karena mengurangi waktu bermain dan waktu nonton televisi. Waktu SD, saya bisa dikatakan sebagai anak baik, Alhamdullilah bisa menjadi murid yang cukup diperhitungkan. Sering mengikuti lomba puisi dan mengarang ditingkat kecamatan dan tingkat kabupaten. Dibidang olahraga kurang begitu diperhitungkan karena disamping minat yang kurang juga waktu itu badan yang lumayan kurus sehingga tidak cocok bisa beradu kaki dengan teman-teman lain dengan tubuh yang lebih besar. Bisa dikatakan sebagai murid kesayangan pak Amir, namun tidak ada jaminan kalau saya bebas dari hukuman. Sering juga dihukum karena terlambat datang dan tidak membuat PR. Namun pak Amir jelas sangat mempengaruhi saya untuk mulai menyukai pelajaran matematika dan fisika yang kelak sangat saya sukai. Sering juga berkelahi dengan teman-teman karena sifat yang mudah tersinggung, kadang-kadang menghajar orang lain sampai babak belur, namun sering juga kena hajar sehingga sampai menitikkan air mata alias menangis. Kalau menang senangnya bukan main, tapi kalau kalah membuat hati perih dan selalu ingin membalas, namun tidak membalas karena takut kena hajar lagi karena sebelumnya sudah kalah. Sehingga perasaan ini hanya dipendam dalam hati, terkadang cari sasaran lain yang lebih “lunak” dan berdamai dengan sang “pemenang”. Kisah bersama pak Amir berakhir sudah karena beliau meninggal beberapa bulan yang lalu karena penyakit diabetes. Kabar duka ini disampaikan sewaktu berada dibandung saat menyelesaikan studi. Sebelumnya memang ada niat untuk bersilaturahmi kerumah beliau waktu lebaran 2007, namun tidak kesampaian sehingga tidak bisa lagi bertemu selamanya. Ya Allah… Berikanlah pahala yang berlipat ganda kepada guruku, Lapangkanlah kuburnya, beratkanlah timbangan amalnya,

Masa Sekolah Menengah Pertama: Mencari Jati Diri dan Mulai Mengenal Wanita

Setamatnya dari sekolah dasar, rencana melanjutkan ke MTsN Subang Anak yang berlokasi tidak jauh dari sekolah dasar, Tindakan ini mendapat penolakan dari papa karena papa ingin diriku sekolah di kota Padang Panjang. Padang Panjang sendiri terletak 15 menit dari rumah menggunakan angkutan pedesaan. Lebih berminat di MTs dibanding SMP karena pada waktu itu si Sumatera Barat siswa SMP masih menggunakan celana pendek yang kurang saya sukai. Lagian sedikit banyaknya memang menyukai pelajaran agama seperti Bahasa Arab, Tafsir dan Quran Hadist dan sejarah kebudayaan Islam. Ternyata kelak dikemudian hari tambahan pelajara n agama yang didapat di Madrasah sangat berguna untuk menentukan sikap seandainya saya mempunyai sebuah permasalahan atau pemikiran-pemikiran yang berkembang.

MTsN Padang Panjang terletak sekitar 1 kilometer dari pusat kota Padang Panjang kearah bukittinggi. Memiliki hawa yang sejuk dan segar sehingga sangat cocok untuk proses belajar. Prestasi sekolah lumayan dapat dibanggakan pernah menjadi Madrasah terbaik se-Sumatera Barat. Satu hal yang sangat saya syukuri ketika sekolah ini adalah lingkungan yang Islami. Sangat senang sekali melihat teman-teman perempuan memakai “lilik” yaitu selendang yang dililitkan menyerupai jilbab sehingga menutupi rambut dan dada. Teman-teman yang memakai lilik kelihatan sangat cantik sekali, menampakan keteduhan, ketenangan dan kecerdasan. Kelak kalau sudah punya isteri mungkin sekali-kali meminta istri untuk memakai “lilik”. Adakah diantara anda (perempuan) yang berminat memakai “lilik”?

Perpustakaan sudah menjadi konsumsi saya setiap hati disekolah ini, minat baca lumayan tinggi dari berbagai disiplin, tapi paling suka membaca buku-buku sejarah daerah, bangsa dan sejarah Islam dan sejarah Internasional. Buku-buku ilmiah populer juga sangat saya sukai karena rasa ingin tahu terhadap gejala-gejala alam.

Saya kira membaca buku-buku sejarah memang harus kita minati karena untuk memahami kejadian-kejadian yang ada sekarang kita harus tahu kejadian sebelumnya, karena apa yang terjadi sekarang ini adalah akibat dari kejadian masa lalu. Sehingga kita dapat memahami kejadian-kejadian yang sekarang secara lebih komprehensif.

Kembali kecerita diatas, masa-masa di sekolah ini cukup aku lalui dengan bahagia dengan berbagai teman yang berasal dari kota Padang Panjang dan daerah-daerah yang terletak antara padang panjang dan Bukittingi. Teman-teman juga ada yang berasal dari Pekanbaru, Medan dan Jambi yang rata-rata tinggal di asrama dan kos-kosan yang ada disekitar sekolah. Pelajaran yang paling saya sukai adalah matematika dan bahasa Arab, ternyata suka-tidaknya kita menyenangi suatu pelajaran tergantung juga kepada guru bidang studi yan bersangkutan. Guru mematika selalu jadi guru favorit kecuali ketika duduk di kelas 2 dengan guru matematika yang cerewet dan selalu menaruh curiga terhadap siswa laki-laki dengan mencap anak laki-laki sebagai spesies yang malas dalam belajar, bikin kesel juga. Akibatnya nilai matematikaku yang selalu 9 pada saat kelas 1 lansung turun tiga point menjadi 6 pada saat kelas dua. Namun kelas 3 ketemu lagi sama guru yang menyenangkan bernama pak Zulkifli,S.Pd , kalau tidak salah sekarang beliau sudah lulus mengambil gelar Master di Universitas Negeri Padang (UNP).

Adikku paling bungsu Abdul Aziz meninggal sewaktu kelas 2 MTsN, waktu itu mamak (kakak laki-laki ibu) menjemput saya dari sekolah, sewaktu beliau datang kesekolah menggunakan motor dan mengajak saya pulang serta menjemput kakak yang juga disekolah SMA 2 yang terletak tak jauh dari sekolahku. Barulah ketika diperjalanan mamak mengatakan kalau adikku paling bungsu sudah meninggal dunia pagi ini. Pada saat pemakaman saya tidak menangis sama sekali. Barulah pada malamnya saat para pelayat sudah pulang kerumah masing-masing dan suasana rumah mulai sepi, barulah rasanya bergemuruh rasanya dada ini karena kesedihan yang mendalam karena kehilangan adik tercinta. Serasa ada bagian tubuh ini yang hilang entah apa bagian itu. Sekarang saya masih mempunyai dua orang adik yang merupakan kakak dari almarhum si bungsu Abdul Aziz yang yang harus saya bimbing baik-baik.

Terus terang saya tidak mengalami kesulitan berarti dalam semua mata pelajaran yang diajarkan, jarang juga bikin PR karena malas saja. waktu ulangan nilai didapatkan lumayan tinggi-tinggi namun nilai rapor sering jeblok juga karena nila kerajinan dan ulangan harian yang rendah. Tiap hari hampir dipastikan selalu terlambat karena hobi yang satu ini memang sulit untuk dihilangkan. Bahkan sampai SMA, kuliah di UNP Padang dan S-2 di ITB Bandung.

Sekolah Menengah Atas ( SMA ): Memikirkan Masa Depan

Sekolah menengah juga dilewati dikota Padang Panjang, tepatnya di SMU 1 Padang Panjang, SMA yang cukup favorit dikota kecil ini. smaSaya kira persaingan untuk masuk SMA ini cukup ketat juga, hanya sebagian teman-teman dari MTsN yang bisa masuk sekoalh ini. Kayaknya saya dari dulunya memang kurang hoki dibidang olah raga dan lebih tertarik dibidang seni. Pada waktu kelas 1 diadakan pagelaran seni pada akhair tahun ajaran. Kegiatannya meliputi randai, tari kreasi, dan vokal group. Wah saya lebih tertarik disini nih, untuk perkusi randai ikut juga meng aransemen musiknya sepaya lebih menarik begitu juga vokal group yang saya tambahkan beberapa sentuhan musik khas. Hasil dari kerja keras lokal kami cukup mengembirakan, lokal 1.3 menjadi juara Pagelaran seni SMU, bangga juga sih. Namun bakat seni ini nggak diasah lagi karena sibuk kegiatan lain.

Terlambat masuk sekolah dan cabut pada saat tidak jam belajar sudah jadi kebiasaan pula pada waktu SMA ini, lebih-lebih ketika kelas 1 dan 2. Saya dan teman-teman sudah sangat menguasai medan dan trik dalam masalah ini. Waktu dan lokasi yang tepat, bagaimana menghindar dari guru dan bagian pojok mana saja yang bisa dilalui. Mengasikkan juga, karena hal ini merupakan tantangan tersendiri daripada berduduk-duduk manis dikelas yang kadang-kadang sangat membosankan.

Saya sendiri kurang tertarik bergabung di OSIS, saya kira tidak ada yang cukup menantang disana, selain mengadakan kegiatan rutin seperti penyelenggara upacara bendera dan penyelenggaraan acara Classmeeting. Rata-rata yang ikut OSIS adalah anak asrama, mungkin mereka bingung nggak tahu apa yang harus dilakukan sehingga bergabung saja di OSIS. Saya sangat menikmati masa-masa di SMA ini, persahabatan kami dengan teman-teman SMA sampai sekarang masih cukup dekat, walaupun sekarang sudah jarang berkomunikasi karena kesibukan masing-masing dan jarak yang jauh.

Terus terang belajar dibangku SMA kurang saya nikmati, dengan sebegitu banyak mata pelajaran, dan metoda belajar yang kebanyakan hanya dikelas saja. Kita kadang hanya mencatat apa yang diterangkan oleh guru dan menghapal tanpa tahu apa essensi dari pelajatan itu. Ini tentu saja membosankan tapi harus dijalani juga.

Kiprah saya sewaktu di SMA memang sangat kurang, lebih banyak kegiatan hura-huranya dibanding kegiatan produktifnya. Ritme belajar juga dibawah rata-rata sehingga agak ketinggalan juga dari kawan-kawan yang lain. Bermain dindong dan Playstation menjadi agenda utama sehabis pulang sekolah. kalau sudah dirumah habis makan dan shalat Isya lansung biasanya lansung tidur karena kecapek’an. Hasilnya, banyak juga teman-teman yang lulus melanjutkan kuliah ke universitas favorit di pulau Jawa, sedangkan saya “hanya” dapat menembus jurusan Fisika di Univ. Negeri Padang. Namun ini bukan berarti tidak saya syukuri, saya mengalami titik balik dikampus ini yang akan diceritakan pada sessi selanjutnya.

Masa Kuliah: Mempersiapkan Hal-Hal yang Dianggap Perlu

Alhamdullillah diterima di Jurusan Fisika UNP, saya sendiri lulus pada pilihan ketiga, pilihan pertama dan kedua Teknik Elektro dan Sastra Inggris UNAND. Perbedaan semasa SMA dan kuliah dikampus memang sangat terasa sekali. Di kampus lebih bebas dalam mengatur jadwal dan kesibukan sendiri. Kuliah di UNP saya mulai terjun dalam aktifitas kemahasiswaan dikampus. Disampng kesibukan kuliah, waktu senggang diisi dengan mengikuti kegiatan pengajian di Mushalla Al Qalam yang dibina oleh kakak-kakak pengurus FORSIA, semacam organisasi kerohanian Islam yang ada di fakultas MIPA.

unp-kuPada awalnya, sebagian elemen kampus mengganggap negatif terhadap organisasi yang satu ini, dengan memberikan kesan ekslusif, tertutup dan mengajarkan ajaran-ajaran yang keras/ekstrim. Setelah saya mengikuti kegiatan disana- ternyata sebaliknya- kita diajarkan bagaimana berIslam dengan kaffah dan peningkatan wawasan keIslaman dengan berbagai kegiatan seperti Kajian Hadist, Figh, Dakwah dan kegiatan lainnya. Terus terang saya mendapat ketenangan ketika bergabung dengan teman-teman kegiatan ini. Kegiatan disini tidak mengganggu akademik, malah menjadi pendorong untuk terus semangat dalam kuliah.

Semester 4 terjadi transisi suksesi dalam kepemimpinan Himpunan Mahasiswa (HIMA). Oleh teman-teman saya didorong untuk maju dalam pertarungan politik ini. Awalnya saya ragu, namun karena desakan akhirnya terjun juga. Terus terang pengalaman yang dimiliki dalam kepemimpinan juga tidak ada kecuali saat menjadi ketua Remaja Mesjid Ula ditempat tinggal di Batipuh. Saya menang telak dalam pemilihan ketua HIMA ini, suara yang diperoleh 127, kandidat kedua memperoleh suara 37 -kalau tidak salah- dan kandidat yang lain tidak memperoleh suara yang signifikan. Namun semua kandidat yang ikut dalam pemilihan ini dimasukan semuanya kedalam jabatan inti yang ada dikepengurusan Himpunan.

Ternyata banyak hal yang dapat kami lakukan dalam kepengurusan kali ini. Seminar nasional mengenai energi Geotermal berhasil dilaksanakan dengan mengundang narasumber dari Jakarta, yang berasal dari BPPT, PLN dan Kementrian ESDM. Kami tentu saja sangat bangga karena setelah 15 tahun, baru kali ini Himpunan mengadakan Seminar Nasional. Lomba Fisika yang diadakan tiap tahun juga mengalami peningkatan peserta yang dirangkai dengan acara Seminar Guru. Acara ini juga sukses besar, keuntungan yang diperoleh dari lomba ini sekitar 9 juta, merupakan margin lomba yang terbesar yang pernah diraih oleh Himpunan Mahasiswa Fisika. Keuntungan lomba ini digunakan untuk membeli komputer dan membiayai Seminar Nasional yang baru pertama kali diadakan setelah 15 tahun.

Berbagai keberhasilan ini tentunya meningkatkan citra Himpunan yang selama ini -oleh para dosen- identik dengan acara hura-hura dan jarang mendukung kegiatan akademis. Akibatnya citra para pengurus cukup terangkat dan mendapat apresiasi yang positif dan para dosen. IP para pengurus Himpuanan juga cukup bagus dan diatas rata-rata. Sehingga bisa menjadi contoh bagi teman-teman angkatannya. Alhamdullilaah ketika sibuk-sibuknya mengurus Himpunan ini saya sempat mendapat IP 4.00. Saat itu HIMAFI cukup disegani diantara HIMA lain yang ada di UNP.

arif-ridho-fitri (my younger brother)Naiknya citra Himpunan tentu saja ikut menaikan citra saya. Pada akhir masa jabatan, oleh beberapa pengurus, saya didorong untuk ikut dalam pemilihan ketua BEM Fakultas. Saat itu kepengurusan BEM juga mengalami banyak masalah, terutama adanya pungutan yang tidak masuk akal terhadap mahasiswa baru saat mendaftar sebagai anggota BEM. Anehnya hal ini juga direstui oleh Pembantu Dekan III yang mengurusi kemahasiswaan.

Didorong untuk memperbaiki keadaan ini, saya sekali lagi didesak oleh teman-teman untuk maju dalam bursa pencalonan ketua BEM ini. Setelah terpilih, kegiatan difokuskan terhadap perbaikan sistem keuangan dan kegiatan-kegiatan yang melibatkan lebih banyak mahasiswa seperti pelatihan-pelatihan dan berbagai event seperti Lomba Debat Kampus, GURU idol dan lain sebagainya. Sebagian agenda juga tidak terlaksana karena hubungan yang kurang harmonis dengan pihak Dekanat. Pihak Dekanat terlalu meng-intervensi kegiatan kemahasiswaan dan penyediaan keuangan yang sama sekali tidak transparan.

September 2006, saya lulus sarjana dan melanjutkan S-2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jurusan Teknik Elektro yang diwisuda pada tanggal 25 Oktober 2008 dengan beasiswa dan DIKNAS untuk masa studi 3 semester.

18 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. sanjo rayo said, on Desember 20, 2008 at 6:32 pm

    iyo ndi kalau jo pak amir yao panek wak dinyo banyak bana PR nyo nan diagiah matematika kamatematik taruih bosan wak dinyo apo lai kalau ndak buek pr pasti kanai piciak pusek tu . hehehe. bukan nyo sd andi . nan cewek surang laiko si ko ko ndi dak tau wak anak nyo do ?

  2. hudiya rahma agus said, on Desember 22, 2008 at 5:38 am

    ass.
    selamat atas wisuda s2 nya, terlambat y tapi ngak apa” dari pada ngak sama sekali.
    salut atas prestasi nya
    mudah”an ilmu yang dimiliki dapat bermanfaat untuk orang banyak, syukur” mampu untuk buka lapangan pekerjaan.
    bagi-bagi ilmu s2 nya ke adik” yang di padang

    mau ngambil s3 ? dimana ?
    tapi sebelum itu coba dulu bersaing didunia kerja atau buka usaha sendiri
    ok…

  3. Dshe said, on Januari 9, 2009 at 9:17 am

    Ass… Salam kenal Uda Andi (kan urang awak ^_^)

    Wah baru berkanalan saja, sudah seperti mengenal lama sosok Uda… karena aku membaca dari tulisan2 yang dibuat oleh Uda. Uda sepertinya Pandai segalanya ya??
    (klo kata Tukul Very2 Smarts..) sampai aku kagum sama Uda Andi.. boleh aku jd teman Uda?? ;p
    Oia, karena baru kenal dan jg baru tau kalau Uda sudah menyelesaikan sekolah S-2 nya aku ucapkan Selamat atas Wisuda S-2 nya (hebat msh muda sudah punya gelar Master ^_^) dan smoga keinginan utk mengejar cita2 nya dapat terwujud. Amiin…
    mmmmhh… Eia Da, bantu2 aku jg ya.. aku kan jg ingin dapat menyelesaikan sekolah S-1 aku… hehehe…..

    Wassalam

  4. dony rifardo said, on Maret 14, 2009 at 9:10 am

    ass bg hamdi

    ko dony bg
    pend.fisika 2006

    lai masih ingek juo bg?

    dony dulu waktu tahun 1 tingga d al aqsa 2
    dgn bg amri dan bg akhirman
    dan bg m.jonni

    skra dony tinggal d al aqsa 3 bg
    samo bg ardi chandra,S.Si
    bg nosep,S.Si
    bg taufik
    bg sugeng
    bg gandi
    dan adek2 07 dan 08

    sampai skrg ketua bem fmipa masih dari jurusan kita bg
    kmrn bg hasweldi

    skrg kita lg suksesi bg
    insyaallah tgl 24 maret kita pemira
    calon dari kita jg masih ada bg
    se lokal dg dony

    doakan semoga kita menang y bg

    btw,,,kesibukan bg apa skrg bg?

    ketika kuliah abg dan bg jonni
    sering di puji2 sama dosen kita loh bg

    wah,,,,saluuuuuuuuuuut bangeeeeeeeeeeet dech utk bg

    good

  5. linda said, on April 21, 2009 at 8:13 am

    assalamualaikum…….
    semoga Allah selalu melindungi uda dalam menggapai cita-cita…amin.

  6. Dadang Herdin said, on Mei 12, 2009 at 6:50 am

    Mantap Bos, jumpa foto bos disini

  7. atashihenny said, on Agustus 23, 2009 at 1:52 pm

    wow…nemu blog-nya andi nih…hehehhe…

    hampir seluruh episode hidupmu terangkum yah..
    boleh meninggalkan jejak? (tak perlu jawaban nampaknya…lgsg kutulis saja..πŸ˜‰ )

    pemaparan masa-masa SD Andi, episode favoritku..seru..lucu..πŸ˜€
    lucu klo membayangkan ada anak cowok takut pulang sendiri karena harus lewat kuburan…trus…seru juga strategi menghadapi pertengkaran anak SD…
    jadi ingat Laskar Pelangi, Ndi…πŸ™‚

  8. Dewi Febriani said, on Januari 16, 2010 at 12:42 am

    tapi maso2 ma yang paling berkesan Kirul?

    • Khairul Hamdi said, on Januari 16, 2010 at 6:20 am

      maso-maso kelas 3 sma dewi, apolagi waktu ado dewi yang jadi teman maota dan bagarah, semua orang tahu kalau dewi urangnyo elok, rendah hati, low profil dan cerdas….πŸ™‚

  9. SAJID said, on Februari 27, 2011 at 4:36 pm

    Nice memories. Allah bless you.

  10. venny said, on April 17, 2011 at 5:08 am

    ndeh… subhanallah yo, ndak taraso lah panjang perjalanan hidup da andi. bagusny buek autobiografi, pling tidk utk koleksi pribadi se..

    apo lo maksudny majang foto narsis paja batigo tu ha????

  11. born andre aprila said, on April 18, 2011 at 7:11 am

    mantap sanak…lanjutkan critamu….

  12. muhammad said, on Agustus 30, 2011 at 6:58 pm

    makasih bukunya , saya ingin ke UKM, doakan saya dapat beasiswa….semangat keterbukaan ilmu bang ! keren

  13. Dhani said, on Desember 16, 2011 at 3:22 pm

    semakin keren sajo uda awak ko, Barakallahu bg hamdi,.

  14. hery intan said, on Juni 11, 2012 at 8:25 am

    Semoga dinda selalu menulis carito kampauang awak, supayo ndak hilang ditalan jaman

  15. vitry jayanty said, on Desember 19, 2012 at 1:44 pm

    sungguh panjang jalan hidup da andi yang benar ado liku liku, ALHAMDULLAH YA da andi jadi org sukses…

    thank’s yow da, pajang foto narsis ti tuπŸ˜€

    • Khairul Hamdi said, on Desember 19, 2012 at 2:22 pm

      He3 amiien Ti…
      Iyo mah foto narsis tu da pajang dek natural bantuak urang2 nyo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: